
Beranda / Agama & Filsafat / Kosmologi Islam
Agama & Filsafat
Kandungan Surat At-Taubah Ayat 32 yang dikutip di atas
mengandung isyarat tentang hakikat dialektika sepanjang sejarah kehidupan
manusia, yaitu pergumulan abadi antara kebenaran dan kebatilan, antara
keadilan dan kezaliman. Di bagian akhir, “...tetapi Allah menolaknya,
malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya”, mengisyaratkan bahwa
kebenaran dan keadilan pada akhirnya akan tegak.
Sudah menjadi Sunnatullah, bahwa keadilan adalah Hukum Kosmos,
sehingga secara alamiah keadilan akan menempuh jalannya sendiri agar
tegak di atas kezaliman.
Dalam perjalanan panjang ke arah tegaknya keadilan di muka bumi
ini, akan selalu ada pihak-pihak yang berusaha untuk menutupi dan
memadamkan cahaya kebenaran itu, dengan berbagai cara, termasuk
berusaha untuk menghilangkan jejak-jejak perjuangan menegakkan
kebenaran itu sepanjang sejarah. Fenomena inilah yang sedang kita
saksikan hari-hari ini.
Kosmologi Islam
Rp 115.000
- Penulis
- Maman Supriatman
- Kategori
- Agama & Filsafat
- Bahasa
- Indonesia
- Jenis Cover
- Soft Cover
- ISBN
- 978-623-96346-7-4
- Editor
- Adang Djumhur Salikin
- Desainer
- Anang Solihin
- Cetakan
- Pertama
Sinopsis
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 32).Kandungan Surat At-Taubah Ayat 32 yang dikutip di atas
mengandung isyarat tentang hakikat dialektika sepanjang sejarah kehidupan
manusia, yaitu pergumulan abadi antara kebenaran dan kebatilan, antara
keadilan dan kezaliman. Di bagian akhir, “...tetapi Allah menolaknya,
malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya”, mengisyaratkan bahwa
kebenaran dan keadilan pada akhirnya akan tegak.
Sudah menjadi Sunnatullah, bahwa keadilan adalah Hukum Kosmos,
sehingga secara alamiah keadilan akan menempuh jalannya sendiri agar
tegak di atas kezaliman.
Dalam perjalanan panjang ke arah tegaknya keadilan di muka bumi
ini, akan selalu ada pihak-pihak yang berusaha untuk menutupi dan
memadamkan cahaya kebenaran itu, dengan berbagai cara, termasuk
berusaha untuk menghilangkan jejak-jejak perjuangan menegakkan
kebenaran itu sepanjang sejarah. Fenomena inilah yang sedang kita
saksikan hari-hari ini.



