Pupuk kompos merupakan pupuk organik berasal dari sisa tananaman atau hewan. Pupuk ini mampu menyuburkan tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman tanpa residu. Kelebihan ini tidak dimiliki pupuk anorganik yang cenderung memiliki efek dapat mematikan mikroba dalam tanah akibat residu yang terendap sulit terurai, sehingga tidak mampu menyuburkan tanah.
Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (2018) menunjukkan kenaikan produksi pupuk organik di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 868.871 ton/tahun dimana dari tahun sebelumnya hanya memproduksi 589.709 ton/tahun. Diantara pupuk organik umum digunakan ialah pupuk kandang. Untuk lebih meningkatkan potensinya, penggunaan pupuk organik tersebut dapat dikombinasikan atau dicampurkan degan pupuk organik lainnya.
Hingga saat ini, potensi limbah daun kayu putih sebagai alternatif pupuk bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat belum dikaji. Namun demikian, limbah daun kayu putih memiliki potensi untuk dijadikan alternatif pupuk bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Hal ini berlandaskan penelitian Rahmawati (2016) dan Widyaningsih (2002) yang menunjukkan bahwa limbah daun kayu putih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan mampu menghasilkan pengaruh positif pada pertumbuhan semai tanaman kayu putih.






Ulasan
Belum ada ulasan.